Universitas Muhammadiyah Purworejo
Ditulis pada tanggal 11 February 2017, oleh admin, pada kategori Berita Terbaru

Salah satu luaran alumni Prodi Agribisnis adalah pelaku usaha agribisnis baik sebagai pemilik perusahaan agribisnis, direktur perusahaan agribisnis, konsultan agribisnis perbankan maupun perusahaan swasta. Kompetensi atau kecakapan untuk memenuhi luaran tersebut tentu tidak dapat hanya diperoleh dari perkuliahan maupun kegiatan internal kampus. Oleh karena itu untuk memperkuat softskill mahasiswa maka prodi Agribisnis memandang perlu seawal mungkin memberi ruang kepada mahasiswanya untuk mengaplikasikan ilmunya di masyarakat. Demikian disampaikan Dyah Panuntun Utami, S.P.; Msc. pada saat memberikan sambutan pada acara pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan lahan pekarangan dengan budidaya papaya dan merica.

Lebih lanjut Kaprodi Agribisnis menjelaskan dalam kegiatan ini ditugasi 3 orang mahasiswa yaitu : (1) Masrukhin; (2) Nursholehah Juli Tri Utami; dan (3) Ginanjar Wahyu Nurcahyo. Ketiga mahasiswa tersebut yang sekarang ini masih menempuh Semester III, didampingi langsung oleh (1) Dyah Panuntun Utami, S.P.; M.Sc. selaku Ketua Prodi Agribisnis; (2) Istiko Agus Wicaksono, S.P.; M.Sc.; dan (3) Ir. Didik Widiyantono, M.Agr.

Kegiatan ini dilakukan di desa Bedono Pageron kecamatan Kemiri atas permintaan masyarakat setempat melalui Susi Ernawati mahasiswa Agribisnis KKN UMP tahun 2017 kelompok 16. Kegiatan diselenggarakan pada hari Jumat 10 Februari 2017 di balai desa Bedono Pageron kecamatan Kemiri

Nursholehah Juli Tri Utami mengawali paparannya mengatakan “rumah dikatakan sehat jika mempunyai dan memenuhi konsep kebersihan, kesehatan, dan keindahan”. Ketiga indikator rumah sehat tersebut saat ini sudah harus dan dapat diintegrasikan, yang berujung pada penguatan ekonomi rumah tangga. Kata kunci dari hal tersebut adalah pemanfaatan pekarangan.

Sementara itu Masrukhin menyampaikan paparannya secara menarik tentang budidaya pepaya California dan merica. Masyarakat sangat antusias mengikuti paparannya sehingga diskusi 2 arah dapat berkembang dengan baik. Hal ini disebabkan masyarakat ingin mengembangkan papaya di lahan pekarangannya sementara ada beberapa warga yang sudah mengembangkan merica tapi masih belum cukup menggembirakan produksi.

Ginanjar Wahyu Nurcahyo melengkapi paparan tim mahasiswa mengatakan sebelum kita menekuni usahatani tertentu seharusnya kita faham lebih dulu analisis usahanya. Usahatani yang tidak memberikan keuntungan sebaiknya tidak usah dilakukan. Ginanjar dalam paparannya memberikan contoh cara penghitungan dan analisis usahatani papaya dan merica. Di akhir sesi paparan ini salah satu warga menyampaikan meskipun nampaknya hasilnya sedikit tapi dalam kurun waktu yang sama usahatani pepaya lebih menguntungkan dibanding merica.

Seluruh rangkaian paparan dari program studi diakhiri dengan tim dosen memberikan beberapa penekanan dan menyatakan sepakat, bahwa para mahasiswa mampu memberikan materi dan mengelola diskusi dalam kegiatan ini dengan baik, bahkan jauh lebih baik dibanding ketika mahasiswa tersebut presentasi di kelas.

Kegiatan ini diakhiri dengan penyerahan fasilitasi benih dan bibit pepaya kepada warga setempat yang diwakili oleh Ketua PKK. Penyerahan dilakukan oleh Susi Ernawati mahasiswa prodi Agribisnis mewakili Tim KKN UMP 2017 kelompok 16 desa Bedono Pageron Kecamatan Pituruh kabupaten Purworejo.

Purworejo, 11 Februari 2017

Back to top